Ada tempat-tempat yang begitu dekat, sampai kita lupa untuk benar-benar mendatanginya.
Gunung Tangkuban Perahu ini jaraknya hanya kitaran sekian jam dari Ibukota Jakarta. Tetapi baru di perjalanan singkat pada pertengahan tahun kemarin, saya akhirnya berkesempatan berhenti, menatap, dan hadir sepenuhnya di gunung legenda tersebut. Singgah di sela-sela kepulangan ke Bandung, bukan dengan rencana besar, hanya sekedar mencari ruang bernapas di tengah kepenatan kerja kala itu.
Kami tidak lama berhenti memandangi kawah di sana. Gerimis tipis turun perlahan, bau belerang semakin terasa, menandai sore yang berjalan tanpa tergesa. Anehnya, justru dalam waktu sesingkat itu, perjalanan ini terasa utuh. Tidak untuk mengejar apa pun, selain menikmati jeda dalam dalam alur kehidupan yang terus bergerak.
Mungkin, tidak semua perjalanan perlu jauh.
Sebagian hanya perlu diberi waktu.
Selamat datang 2026.