Activities – Chairul Sinaga https://chairulsinaga.me A Note From The Chief Mon, 13 Jul 2026 20:16:37 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.1 https://chairulsinaga.me/wp-content/uploads/2026/07/cropped-DSC00360-scaled-1-32x32.webp Activities – Chairul Sinaga https://chairulsinaga.me 32 32 Program Penguatan Literasi Digital — Beasiswa Eramet Beyond https://chairulsinaga.me/activities/program-penguatan-literasi-digital-beasiswa-eramet-beyond/ https://chairulsinaga.me/activities/program-penguatan-literasi-digital-beasiswa-eramet-beyond/#respond Wed, 08 Jul 2026 12:54:52 +0000 https://chairulsinaga.me/?p=1111 Kecakapan digital hari ini telah menjelma menjadi bekal dasar untuk bisa belajar, bekerja, dan menjaga diri di ruang yang kian terhubung. Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan untuk memilah, memahami, dan menciptakan secara bertanggung jawab menjadi semakin menentukan bagi siapa pun, di mana pun ia berada.

Selama tiga bulan terakhir, saya berkesempatan membersamai 41 mahasiswa penerima Beasiswa Eramet Beyond dalam Program Penguatan Literasi Digital. Mereka datang dari Maluku Utara, Papua, dan Sulawesi. Melalui Dampak Sosial Indonesia (DSI), kami dipercaya sebagai mitra pelaksana, bergandengan tangan dengan Kitong Bisa dalam merawat perjalanan belajar adik-adik dari Indonesia Timur ini. Program ini sendiri merupakan bagian dari Scholarship Management di DSI, sebuah layanan end-to-end pengelolaan beasiswa yang di dalamnya kami menghadirkan kurikulum pengembangan diri, mentoring, serta pembinaan berkelanjutan bagi para penerima manfaat.

Sejak awal, kami berusaha merancang pendekatan program yang berpijak pada landasan yang teruji. Kerangka kurikulumnya kami adaptasi dari MediaSmarts Digital Literacy Model, sebuah model yang dikembangkan oleh MediaSmarts, pusat literasi digital dan media terkemuka di Kanada. Kami memilih framework ini karena progresi belajarnya yang runtut: mengalir dari USE, UNDERSTAND, hingga CREATE. Model ini kami anggap dapat menuntun peserta dari sekadar bisa memakai perkakas digital, menuju memahami cara kerja ruang digital, hingga akhirnya mampu menjadi pencipta (baca: creator) yang bertanggung jawab di dalamnya.

Berpijak pada kerangka itu, kami merancang tujuh sesi pelatihan yang berjalan bertahap sepanjang April hingga Juni lalu. Para peserta belajar menata sistem digital pribadi (foldering), menimbang kredibilitas sebuah informasi sebelum memercayainya, menjaga keamanan akun dan privasinya dengan lebih sadar, hingga merancang gagasan sederhana berbasis teknologi untuk menjawab persoalan di sekitarnya. Setiap sesi juga kami lengkapi dengan Assignment of the Session, tugas praktik yang membantu peserta melatih langsung apa yang baru mereka pelajari pada konteks kehidupan nyata mereka. Perlahan, tujuan seluruh pembelaran ini mulai kelihatan:: dari sekadar pengguna teknologi, menuju pencipta yang bertanggung jawab, dan pada akhirnya calon penggerak dampak di lingkungannya masing-masing.

Kami percaya, bekal kecakapan digital yang mereka bawa hari ini bukanlah milik mereka seorang. Kelak, ia akan pulang ke tanah asalnya masing-masing, menjadi cahaya kecil yang menerangi lebih banyak orang di Timur sana.

Terima kasih untuk Kitong Bisa Foundation dan Eramet Indonesia atas kepercayaan dan kolaborasi yang begitu bermakna ini. Sebuah kehormatan bisa belajar dan bertumbuh bersama sahabat-sahabat hebat dari Timur Indonesia. 😊

#DampakSosialIndonesia #LiterasiDigital #ErametScholarship #IndonesiaTimur #SocialImpact

]]>
https://chairulsinaga.me/activities/program-penguatan-literasi-digital-beasiswa-eramet-beyond/feed/ 0
ImpactCorner by DSI: Claude AI for Productivity https://chairulsinaga.me/activities/impactcorner-by-dsi-claude-ai-for-productivity/ https://chairulsinaga.me/activities/impactcorner-by-dsi-claude-ai-for-productivity/#respond Fri, 03 Jul 2026 12:55:37 +0000 https://chairulsinaga.me/?p=1122 Jumat, 26 Juni 2026 kemarin, kami di Dampak Sosial Indonesia resmi membuka lembaran baru: #ImpactCorner. Sebuah program yang kami niatkan sebagai ruang temu untuk berbagi dampak dan kebermanfaatan bersama para sahabat DSI.

Untuk edisi perdana kemarin, kami memutuskan memilih tema yang menurut kami paling menyapa keresahan banyak orang belakangan: Claude AI for Productivity. Alasannya cukup mendasar. Kemajuan AI hari ini bergerak begitu cepat, dan mau tak mau kita semua sedang berdiri di persimpangan yang sama. Maka melalui sesi ini, kami ingin mendorong rekan-rekan peserta untuk belajar memanfaatkan Claude AI secara lebih optimal dalam kerja nyata sehari-hari.

Poster Claude for Productivity
Poster Claude for Productivity

Saya memulai sesi #ImpactCorner bukan dari cerita tentang fitur-fitur utama Claude-nya, melainkan dari pola pikir yang menggerakkan manusia di balik ruang kemudinya. Saya sampaikan sebuah analogi: AI itu ibarat anggota tim super pintar yang baru kita terima bekerja di kantor, tetapi belum kenal sama sekali dengan pekerjaan kita. Ia butuh diberi konteks, diberi contoh, lalu hasilnya kita tinjau kembali supaya sesuai dengan ekspektasi kita. Setelah memahami pola pikir tersebut, baru kami lanjut membahas cara memilah tugas mana yang paling layak untuk mulai diotomasi. Tidak semua pekerjaan cocok diserahkan ke AI. Yang paling ideal biasanya tugas yang berulang, memakan banyak waktu dan tenaga, serta punya pola pengerjaan yang jelas.

Respons rekan-rekan peserta terhadap sesi tersebut ternyata jauh lebih hangat dari yang saya bayangkan. Menariknya lagi, di balik antusiasme itu tersingkap satu kenyataan: banyak di antara mereka yang sebenarnya sudah pernah mencoba AI, tetapi belum benar-benar mengoptimalkannya. Ketika saya membahas fitur Skills dan Project Files misalnya, tidak sedikit yang baru menyadari bahwa fitur-fitur semacam itu ternyata ada dan bisa sangat memudahkan pekerjaan mereka selama ini.

Survei penggunaan Claude for Productivity

Bagi saya, temuan kecil ini justru menjadi cermin yang jujur. Bahwa persoalan kita bersama hari ini bukanlah soal seberapa canggih tools yang tersedia, tetapi lebih pada seberapa jauh kita mau mengenali dan mengoptimalkan kemajuan teknologi yang ada di hadapan kita.

Bukan AI yang akan menggantikan peran kita. Justru manusia-manusia lain, yang lebih dulu mau beradaptasi dan mengoptimalkan kemajuan AI, yang perlahan bisa menggeser posisi kita. Maka mari terus belajar beradaptasi, sembari menjaga agar setiap kemajuan yang kita raih tetap bermuara pada kebaikan.

Terima kasih sudah hadir pekan lalu, Teman Diskusi.
Nantikan #ImpactCorner berikutnya dari DSI! 😊

]]>
https://chairulsinaga.me/activities/impactcorner-by-dsi-claude-ai-for-productivity/feed/ 0
Chief’s Note: Local Challenges Require Local-First Solutions https://chairulsinaga.me/chiefs-note/chiefs-note-local-challenges-require-local-first-solutions/ https://chairulsinaga.me/chiefs-note/chiefs-note-local-challenges-require-local-first-solutions/#respond Fri, 21 Nov 2025 19:29:54 +0000 https://chairulsinaga.me/?p=1190 Di Dampak Sosial Indonesia (DSI), kami percaya bahwa “local challenges require local-first solutions.” Setiap tantangan yang tumbuh dari tanah Indonesia, pada akhirnya membutuhkan solusi yang berakar dari potensi dan partisipasi anak negeri itu sendiri.

Keyakinan inilah yang membimbing perjalanan DSI selama beberapa kurun terakhir. Kami mencoba fokus pada penguatan jejaring lokal, bekerja bersama para penggerak komunitas, fasilitator daerah, serta masyarakat yang setiap hari berjuang dalam realitas sosialnya masing-masing. Salah satu program utama DSI, yaitu Community Hub hadir di berbagai daerah dengan semangat tersebut: ruang belajar, ruang bertumbuh, sekaligus ruang berinovasi yang dibentuk dari pemahaman mendalam terhadap konteks lokal.

Dan di tahun ini, perjalanan tersebut mendapatkan tambahan energi baru. Melalui NAMA Foundation, -sebuah lembaga filantropi internasional yang berfokus pada penguatan sektor pendidikan dan organisasi masyarakat sipil di berbagai belahan dunia-, DSI memperoleh kepercayaan untuk memperluas salah satu inisiatif strategis kami di Serasi Community Hub, Cipanas. Dukungan ini memungkinkan DSI untuk memperkuat program-program yang kita siapkan guna menjawab tantangan lokal yang terjadi di tengah masyarakat sekitar, mulai dari kesenjangan digital yang dialami para ibu rumah tangga hingga keterbatasan akses pelatihan vokasi bagi para pemuda putus sekolah.

Penyerahan Penghargaan BSF NAMA Foundation 2025

Di DSI, kami melihat masyarakat bukan sekadar hitungan penerima manfaat. Mereka hadir sebagai co-creators perubahan, -ikut merancang, menggerakkan, dan menjaga keberlanjutan inisiatif yang mereka bangun bersama. Melalui pengembangan ekosistem kreator berbasis komunitas dan ruang inkubasi keterampilan kerja, kami berupaya membuka peluang ekonomi baru yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan relevan dengan konteks lokal masyarakat Cipanas.

Perjalanan DSI masih panjang. Namun selama kita tetap bergandeng tangan dengan potensi lokal dan bergerak bersama komunitas, niscaya langkah kecil hari ini dapat berubah menjadi gerakan besar di masa depan. Terima kasih untuk NAMA Foundation atas dukungan dan kepercayaannya kepada DSI!

——————-

Kopte Tarik,
20 November 2025 – 10.42 WIB
Merawat Harapan, Membersamai Impian

]]>
https://chairulsinaga.me/chiefs-note/chiefs-note-local-challenges-require-local-first-solutions/feed/ 0
Belajar Bareng AI: Produktif dengan Integritas https://chairulsinaga.me/activities/belajar-bareng-ai-produktif-dengan-integritas/ https://chairulsinaga.me/activities/belajar-bareng-ai-produktif-dengan-integritas/#respond Tue, 12 Aug 2025 16:43:05 +0000 https://chairulsinaga.me/?p=1235 Ahad, 10 Agustus 2025 kemarin, saya berkesempatan mengisi sesi pembinaan BSI Scholarship Inspirasi bersama para mahasiswa penerima beasiswa dari beragam kampus di Indonesia. Pembinaan ini sendiri merupakan agenda rutin bulanan yang membahas berbagai topik pengembangan diri sesuai kurikulum program. Kebetulan, dalam pertemuan kemarin, saya diminta membawakan tema Belajar Bareng AI: Produktif dengan Integritas.

Kami memulai diskusi dengan membedah pro dan kontra penggunaan AI. Penelitian terbaru dari MIT menunjukkan potensi “metacognitive laziness“(malas berpikir) dan “cognitive debt (utang kognitif)” ketika seseorang terlalu bergantung pada AI, yang pada akhirnya dapat menurunkan kreativitas serta daya ingat. Namun di sisi lain, perkembangan AI sekarang kian menjadi standar baru di dunia kerja. Salah satunya terlihat dari internal memo Shopify yang sempat bocor beberapa waktu lalu (leaked), dimana CEO perusahaan tersebut menegaskan bahwa penguasaan AI kini merupakan keterampilan esensial bagi karyawan, dan wajib dimanfaatkan untuk mengatasi hambatan kerja sebelum beralih ke solusi rekrutmen SDM tambahan.

Belajar Bareng AI 2

Menurut saya, pilihan terbaik dalam pembahasan AI bukanlah menolak atau meninggalkannya sepenuhnya, melainkan memanfaatkannya secara bijak. AI seharusnya menjadi mitra yang mempercepat dan memperkaya proses, tanpa mengikis kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang kita miliki sebagai manusia. Sikap ini yang saya dorong kepada para peserta kemarin.

Saya juga membagikan beberapa kiat menyusun prompt yang efektif. Prinsipnya sederhana: input yang berkualitas akan menghasilkan output yang berkualitas pula. Prompt yang jelas, spesifik, dan kontekstual membantu AI memberikan jawaban yang akurat dan relevan. Jika terbiasa menggunakan prompt dangkal, kita akan cenderung memilih jawaban yang mudah tanpa meninjau ulang, sehingga kehilangan kesempatan mengasah logika dan mempertajam hasil.

Tak kalah penting, kami membahas batasan dan etika Islam dalam menggunakan AI. Mulai dari niat yang lurus (menggunakannya untuk tujuan bermanfaat), menjaga amanah (melindungi privasi dan data), hingga menghargai ilmu dan kreativitas dengan menghindari plagiarisme. Nilai-nilai ini bukan hanya pedoman teknis, melainkan prinsip moral yang membentuk integritas kita di dunia digital.

Bagi saya, AI adalah cermin: ia akan memantulkan kualitas pikiran dan arah yang kita berikan. Berhenti memanfaatkannya bukanlah pilihan, namun menggunakannya tanpa kendali juga kian berisiko.

Belajar Bareng AI 4

Terima kasih untuk sesi diskusi hangatnya kemarin. Semoga setiap interaksi kita dengan AI bukan hanya menambah produktivitas, tetapi juga membentuk karakter dan visi yang akan membawa kita selangkah lebih dekat menuju mimpi-mimpi di nun jauh sana. Karena bagaimanapun juga, teknologi hanya akan sekuat niat, pengetahuan, dan tanggung jawab manusia yang menggunakannya. 😁

————–

Jagakarsa,
11 Agustus 2025 – 18.12 WIB
Perubahan Menuntut Adaptasi.

]]>
https://chairulsinaga.me/activities/belajar-bareng-ai-produktif-dengan-integritas/feed/ 0
Pelatihan Life Mapping di SMP Karakter, Depok https://chairulsinaga.me/activities/pelatihan-life-mapping-di-smp-karakter-depok/ https://chairulsinaga.me/activities/pelatihan-life-mapping-di-smp-karakter-depok/#respond Sat, 25 Jan 2025 19:54:10 +0000 https://chairulsinaga.me/?p=1198 Senarai keseruan kegiatan kami ketika diundang dalam kegiatan “Superday” di SMP Karakter, Depok pada Rabu, 23 Januari 2025 kemarin.

Oleh Bapak & Ibu Guru panitia, saya diamanahi untuk menyampaikan materi Life Mapping kepada adik-adik kelas 8 SMP Karakter. Tujuannya agar siswa dapat merancang cita-cita yang ingin mereka raih di masa depan, -bukan hanya di masa periode SMA akan datang, namun juga hingga ketika mereka beranjak dewasa nantinya.

 

Karena itu, saya memilih untuk menggunakan materi River of Life (Sungai Kehidupan) yang dapat membantu siswa mengenali potensi dalam diri mereka melalui pengalaman yang mereka miliki di masa lampau, lalu menggunakan pengalaman tersebut sebagai panduan untuk merancang apa yang ingin dicapai di masa depan.

Sepanjang sesi, para peserta terlihat bersemangat menyusun river of life mereka. Mungkin karena aktivitas ini melibatkan sisi kreaktivitas para siswa, sehingga satu sama lain saling berlomba menghias, menggambar, dan berkreasi di atas coretan warna-warni kanvas mereka masing-masing. Bahkan di akhir sesi, beberapa siswa berani unjuk maju membagikan cerita serta makna di balik river of life yang mereka buat. Sangat keren sekali! 😁

Pelatihan Life Mapping di SMP Karakter, Depok

Menariknya, hasil aktivitas river of life ini akan dipresentasikan oleh setiap murid di hadapan orang tua masing-masing saat pembagian rapor akhir tahun nanti, agar orang tua pun dapat mengetahui lebih dalam perihal aspirasi anak-anaknya. Saya jadi bersyukur, karena river of life yang disusun oleh anak-anak kemarin sudah sangat luar biasa sekali, dan siapa orang tua yang tidak bangga ketika anaknya mampu menyusun seperti itu, bukan? Hehehe

Terima kasih kepada Bapak/Ibu Guru SMP Karakter yang telah berkenan mengundang saya dalam kegiatan “Superday” kemarin. Senang rasanya bisa membersamai siswa-siswi kelas 8 kemarin dalam merajut mimpi mereka satu per satu. Semoga bermanfaat dan menghadirkan inspirasi bagi perjalanan adik-adik ke depannya. Terima kasih! 😁

———–

Lenteng Agung,
24 Januari 2025 – 18.04
Masa Muda, Masa Penuh Mimpi

]]>
https://chairulsinaga.me/activities/pelatihan-life-mapping-di-smp-karakter-depok/feed/ 0
Workshop Parakawan: Collaboration Strategies for Long-Term Funding https://chairulsinaga.me/activities/workshop-parakawan-collaboration-strategies-for-long-term-funding/ https://chairulsinaga.me/activities/workshop-parakawan-collaboration-strategies-for-long-term-funding/#respond Fri, 17 Jan 2025 19:38:49 +0000 https://chairulsinaga.me/?p=1194 Hari Kamis, 16 Januari 2025 kemarin, saya mewakili Dampak Sosial Indonesia untuk menghadiri workshop yang diinisiasi oleh rekan-rekan Parakawan dengan tajuk “Collaboration Strategies for Long-Term Funding : Building B2B Partnership with Companies & Governments“.

Parakawan sendiri merupakan sebuah ekosistem gabungan dari 16+ entitas yang bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, NGO, startup, konsultan, media, dan sebagainya. Dengan adanya kolaborasi lintas bidang ini, beragam entitas yang berada di bawah naungan Parakawan diharapkan dapat saling bersinergi memperbesar dampak dan kebermanfaatan mereka bagi masyakarat lebih luas.

Salah satu inisiasi yang dilakukan adalah dengan mengadakan pertemuan-pertemuan strategis seperti workshop kemarin. Diisi oleh Mbak Asri Wijayanti, Founder dan Ex-CEO Jahitin.com , kami belajar banyak tentang seluk beluk kiat membangun partnership bersama pihak eksternal. Bukan hanya untuk mengupayakan funding yang berkelanjutan bagi perjalanan organisasi ke depannya, namun juga untuk memperkuat positioning organisasi kita di hadapan stakeholder lainnya.

Workshop Parakawan: Collaboration Strategies for Long-Term Funding

Agenda yang sangat menarik! Selain mendapatkan banyak insight luar biasa, saya juga merasa senang karena dapat berkenalan dan berjejaring dengan berbagai sosok penting dari lembaga lainnya. Sehingga selepas agenda, bisa membawa pulang beberapa peluang dan ide menarik lainnya untuk diterapkan di Dampak Sosial Indonesia.

Terima kasih bagi tim Parakawan atas undangannya. Semoga bisa ikut bergabung kembali di workshop berikutnya!

————–

Sssst, di pertengahan sesi, kebetulan mendapat bonus untuk berfoto bersama dengan Pak Salman Subakat, founder dari Parakawan sekaligus salah satu sosok sentral di ParagonCorp (Wardah, Make Over, Emina, Kahf).

Terima kasih Pak Salman.

 

 

]]>
https://chairulsinaga.me/activities/workshop-parakawan-collaboration-strategies-for-long-term-funding/feed/ 0
Chief’s Note: Leadership dan Tantangan Pendidikan Indonesia https://chairulsinaga.me/chiefs-note/chiefs-note-leadership-dan-tantangan-pendidikan-indonesia/ https://chairulsinaga.me/chiefs-note/chiefs-note-leadership-dan-tantangan-pendidikan-indonesia/#respond Tue, 20 Aug 2024 06:00:57 +0000 https://chairulsinaga.me/?p=1252 Beberapa waktu lalu, saya mengikuti pelatihan Pra-Lokakarya Kebijakan Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) di Paragon Hall, Jakarta Selatan. Dalam kegiatan tersebut, saya hadir sebagai fasilitator program mewakili Maxima Impact Consulting bersama beberapa rekan kerja lainnya.

Salah satu sesi yang menurut saya menarik untuk dibagikan di sini adalah sesi pemaparan bersama Bapak Iwan Syahril, Direktur Jenderal Paud, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek. Beliau menyampaikan banyak sekali insight menarik seputar kondisi dunia pendidikan kita hari ini.

Saat ini pemerintah melihat bahwa permasalahan utama pendidikan di Indonesia bukan sekedar tentang pemerataan jumlah akses pendidikan saja. Karena bila hanya bicara tentang kuantitas akses pendidikan semata, selama beberapa tahun terakhir, angka partisipasi sekolah di Indonesia sudah menunjukkan persentase yang cukup tinggi (lihat gambar).

Tetapi skor tinggi tersebut belum diikuti pemerataan akses pendidikan yang BERKUALITAS dan BERKEADILAN untuk semua anak Indonesia. Masih banyak anak-anak yang secara “jasadiyah” mereka sudah mengikuti program pendidikan di sekolah, tetapi masih menunjukkan kompetensi minim dalam hal literasi dan numerasi.

Kalau kata Bu Itje Chodidjah, Ketua Dewan Pakar PSPK yang kemarin juga mengisi materi bersama Pak Iwan, “Schooling Yes! Learning No!“.

Untuk menyikapi problem di atas, salah satu strategi utama yang hendak diterapkan pemerintah adalah meningkatkan kualitas SDM tenaga pendidik dengan berfokus pada sosok-sosok pemimpin lokal (kepala sekolah, kepada dinas, dsb) sebagai agent of change. Sehingga diharapkan, dengan adanya peningkatan kualitas leader, para leader tersebut dapat meng-encourage tenaga pendidik lainnya untuk kemudian pada akhirnya meningkatkan kualitas proses pembelajaran bersama peserta didik nantinya.

Pak Iwan kemudian menceritakan success story yang sempat beliau temui di salah satu SMP di daerah Papua Barat. Pak Arby, kepala sekolah di instansi tersebut, berhasil mengubah sekolah yang dulunya dikenal sebagai sekolah buangan -tempat anak-anak mabuk dan nakal disekolahkan-, menjadi salah satu sekolah yang aktif menorehkan prestasi. Dan itu semua dimulai dari semangat Pak Arby dalam menginisiasi perubahan, dimulai dari mengubah paradigma berpikir para guru di sana. Kisah tentang Pak Arby bahkan sempat diliput beberapa media nasional. Salah satunya ialah berita di sini

Overall, saya merasa sangat senang dapat mengikuti sesi pelatihan tersebut. Selain menghadirkan beragam insight dalam dunia pendidikan, ini juga selaras dengan salah satu visi Maxima Impact Consulting yang ingin memfasilitasi transformasi pemimpin melalui inisiatif berdampak serta berkelanjutan.

Terima kasih atas sesi luar biasanya, dan semoga bermanfaat!

—————-

Jakarta Selatan,
15 Safar 1446 H – 14.00
Indonesia Kita Bersama.

]]>
https://chairulsinaga.me/chiefs-note/chiefs-note-leadership-dan-tantangan-pendidikan-indonesia/feed/ 0